January 16, 2020

Belgrade’s Recommendations

Berikut adalah pengalaman saya berlibur di kota Belgrade selama 10 hari. Liburan kali ini saya rasakan cukup dan pas untuk panjang hari perjalanannya, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lama. Lama perjalanan cukup untuk mengetahui dan merasakan denyut nadi kehidupan di Belgrade. Sebelumnya saya pernah berlibur ke beberapa negara di Eropa selama 2 minggu dan dalam waktu 2 minggu tersebut saya pindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya, dari satu negara ke negara lainnya di Eropa. Tapi yang saya rasakan waktu itu adalah saya kurang bisa merasakan betul kehidupan di negara-negara yang saya singgahi, belum selesai terbiasa dengan bahasa dan budaya satu negara sudah harus mendatangi negara lain yang bahasanya lain lagi, begitu juga dengan makanan-makanan nya. Sehingga untuk liburan kali ini saya memilih untuk stay di satu negara selama 10 hari agar bisa memahami betul kebudayaan dan sejarah dari satu negara. Alasan saya memilih mengunjungi Serbia adalah karena untuk passport Indonesia tidak memerlukan visa untuk mengunjungi negara tersebut dan ditambah lagi memang saya pun belum pernah mengunjungi Serbia.

Sehingga memang liburan ini pun saya rencanakan lumayan last minute bisa tercapai karena tidak ada persiapan untuk urus visa terlebih dahulu. Saya pun membeli tiket pesawat sekitar 4 hari sebelum tanggal keberangkatan, lumayan spontaneous trip juga ya.

Berikut rangkuman dari perjalan Serbia saya. Awal dari rangkuman akan saya suguhi mengenai makanan-makanan khas Serbia, membaca rangkuman makanan khas Serbia ini, dijamin akan bikin kamu kepingin untuk berkunjung ke Serbia dan merasakan santapan lezat ala Serbia.

Cevapi

Dikarenakan I am a foodie girl, hari pertama saya tiba di Belgrade, saya langsung mencari jajanan khas Serbia yang bisa saya coba. Terpilih lah Cevapi. Yaitu sajian makanan yang mirip dengan burger namun daging yang digunakan pada sajian ini adalah daging sapi dalam bentuk kofta (semacam kebab). Selebih itu isian nya hampir sama dengan burger, ada roti – roti ini bisa bermacam-macam bentuknya tergantung kamu pergi ke restoran yang mana – sayuran, dan 5 atau 10 daging kofta sesuai pilihan dari pembeli. Dikarenakan saya seorang muslim, tentunya saya harus pilih-pilih makanan apa saja yang bisa saya konsumsi di sini. Untuk Cevapi dengan Bosnian style, termasuk aman dan halal, lain hal nya dengan Cevapi dengan Serbian style. Cevapi Bosnian style, dagingnya terdiri dari daging sapi saja, sedangkan Cevapi Serbian style dagingnya terdiri dari campuran daging sapi dan daging babi. Cevapi merupakan ciri khas dari jajanan umum di Serbia, yang ketersediaan nya bisa kamu temukan hampir disetiap sudut kota. Restoran Cevapi sendiri yang sudah saya coba ada 3, Drama Cevapi, Cica Cevapi dan Walter Cevapi. Apa bedanya Cevapi dari masing-masing restoran tersebut, dan yang mana yang paling enak ya? Jika hanya menilai restoran dari makanan nya saja tanpa memusingkan masalah dekorasi restoran, saya memilih Cica Cevapi yang paling lezat. Hal tersebut dikarenakan roti yang digunakan pada Cica Cevapi sudah direndam ke dalam saus lemak, sehingga pembeli akan mendapatkan roti yang rasanya gurih dan sedikit lembek dan rasanya lezat sekali dikarenakan rendaman dari saus lemak. Untuk restoran Drama Cevapi, roti yang digunakan seperti roti pada umumnya, yaitu kering dan biasa saja.  Sedangan untuk restoran Walter Cevapi, roti nya setengah direndamkan ke dalam saus lemak, bisa dikatakan roti dari Walter berada di antara roti Drama dan roti Cica. Untuk daging kofta nya sendiri rasanya hampir sama dari ketiga restoran tersebut, jadi yang membedakan adalah dari roti nya sendiri.

cevapi-drama

Cevapi Restoran Drama

cica-cevapi

Cevapi Restorant Cica

img_8687-1-1

Cevapi Restoran Walter

Cevapi yang saya coba pertama kali di Belgrade adalah Cevapi dari restoran Drama, letaknya tepat di city center of Belgrade. Sebenarnya ketiga restoran tersebut semua ada di city center. Menyantap Cevapi yang disajikan panas-panas dalam suhu dingin cukup menyenangkan dan menggugah selera. Pada saat saya tiba di Belgrade suhunya berada pada 3 derajat celcius (saya tiba di Belgrade 30 November 2019). Kemudian untuk menyantap Cevapi dengan daging kofta yang baru saja dipanggang sangat lezat sekali, tidak heran jajanan ini sangat popular dan tersedia di mana-mana, tidak hanya di pusat kota saja tapi juga di daerah pinggiran kota Belgrade.

Untuk Cica Cevapi roti nya memang sangat lezat, tapi tempat restoran nya sendiri sangat simple dan biasa aja, jadi buat kamu yang memang fokus hanya untuk menyantap makanan lezat saja, cocok untuk datang ke restoran ini. Untuk Walter Cevapi, saya mengunjungi yang terletak di city center, restoran nya sendiri cukup menarik, masih cocok untuk pembeli yang suka foto-foto untuk diunggah di instagram, dan Cevapi nya sendiri pun sangat lezat walaupun roti nya tidak direndam didalam saus lemak dalam waktu yang lama. Harga dari Cevapi sendiri biasanya untuk isi 5 kofta di kisaran 280-300 dinar atau 36 ribu–39 ribu rupiah dan 10 kofta di kisaran 380-450 dinar atau 50 ribu–59 ribu rupiah.

Selain Cevapi, masakan khas Serbia lainnya yang sempat saya coba adalah Sharma. Sharma bisa juga disebut dengan peasant food, makanan nya simple yaitu nasi dan daging sapi dibalut dengan daun kubis. Walaupun simple tapi keberadaan Sharma juga tidak kalah dengan Cevapi, bisa kamu dapatkan hampir di setiap restoran, mulai dari restoran yang high end juga di food court-food court yang biasanya banyak pegawai kantoran menyantap makan siang di sana.

Masakan Serbia sangat berat dan serat dengan daging-dagingan. Ada satu lagi masakan khas Serbia yang lebih dipengaruhi oleh budaya Bosnia, yaitu hidangan Beef Head atau hidangan daging-daging dari isi kepala sapi. Maksudnya gimana ya? Jadi dari cara pembuatan nya, satu utuh kepala sapi akan direbus dalam kaldu masakan, kemudian daging dari kepala sapi tersebut diambil dan dihidangkan seluruh nya diatas daging babat. Jadi pada saat dihidangkan bisa dilihat isinya daging semua. Saya sendiri ga sampai setengah sudah selesai makan nya, tapi buat kamu penikmat daging-daging organ/jeroan, pasti kamu akan sangat menikmati hidangan ini.

beef-head

Beef Head Khas Serbia

Dikarenakan masakan Serbia yang kebanyakan terdiri dari banyak daging, hidangan veal soup yang ringan bisa menjadi pilihan untuk makanan pengganti hidangan-hidangan kaya daging tersebut. Veal soup sendiri di Serbia juga bisa ditemui di hampir setiap restoran. Harga nya pun bisa beragam, tapi standard satu mangkuk veal soup sekitar 150 dinar atau 20 ribu untuk restoran keluarga biasa, dan 350 dinar atau 46 ribu rupiah untuk restoran di tengah kota.

soup

Veal Soup

Museum

Terdapat tiga museum di Belgrade yang sudah saya kunjungi, yaitu Museum Nasional, Museum Yugoslavia dan Museum Tesla. Untuk opini saya, museum Yugoslavia adalah yang paling menarik dibandingkan kedua museum lainnya. Sesuai dengan namanya museum Yugoslavia banyak menceritakan sejarah negara-negara balkan pada saat masih tergabung dalam satu kenegaraan Yugoslavia. Negara-negara balkan tersebut adalah Slovenia, Kroasia, Makedonia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Kosovo dan Serbia. Yang menarik dari museum ini adalah pengunjung dapat memahami posisi Yugoslavia di hadapan negara-negara lainnya di dunia pada  masa perang dingin. Yugoslavia pada masa perang dingin di bawah kepemimpinan Joseph Broz Tito berdiri kokoh dan dipandang sebagai salah satu negara yang disegani oleh pihak barat maupun pihak komunis. Hal ini dikarenakan kemampuan Tito dalam menjalin hubungan negara dengan kedua blok pada masa tersebut. Yugoslavia pun memilih untuk berada di posisi netral tidak memilih pihak barat atau pun pihak komunis. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan Yugoslavia dalam mendirikan KTT Non Blok yang juga Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden  Soekarno pada masa tersebut turut serta dalam pendirian gerakan KTT Non Blok. “Kemesraan” hubungan Yugoslavia dan Indonesia dalam kebersamaan menempatkan diri di tengah-tengah masa perang dingin, terlihat dari hadiah Presiden Soekarno untuk Tito di salah satu galeri tempat di mana hadiah-hadiah dari kepala negara dunia untuk Joseph Broz Tito dipajang. Pada galeri itu terdapat hadiah-hadiah poto diri yang disertai tanda tangan dan kata kenangan dari pemimpin-pemimpin negara barat lainnya, seperti hadiah poto diri dari Kennedy, Churchil dan lainnya. Yang menarik adalah galeri tersebut menunjukan, meskipun Yugoslavia sebagai negara komunis namun dirinya tidak ingin terlibat dalam peperangan antara blok barat dan blok komunis yang terjadi pada masa perang dingin, dan Yugoslavia di bawah kepemimpinan Tito berhasil menjadi negara yang disegani oleh negara-negara barat dan komunis dengan kemampuannya menjalin hubungan diplomatik dengan negara kedua blok.

museum

Museum Yugoslavia

img_8605-1

Foto Soekarno di Museum Yugoslavia

Pada museum nasional, pengunjung dapat menikmati sejarah Serbia sejak jaman ottoman dan jaman romawi yang memang keberadaan Serbia adalah di tengah dari kedua emporium tersebut. Sedangkan untuk museum Tesla, menurut opini saya sangat kurang sekali penjelasan mengenai kehidupan dari seorang inventor Tesla. Pada museum tersebut dijelaskan experimen-experimen yang dilakukan oleh Tesla pada masa hidupnya. Experimen tersebut dijelaskan dalam bahasa inggris, Serbian dan Turki. Untuk menikmati penjelasan experimen Tesla dalam bahasa inggris, sebaiknya pengunjung memeriksa terlebih dahulu di website museum tesla di jam berapa di hari yang akan dikunjungi. Pada museum Tesla, pengunjung juga bisa mendapati abu dari Tesla yang disimpan di dalam cawan emas di dalam museum tersebut.

Free Walking Tour

Terdapat beberapa agensi tur di Belgrade yang menyediakan free walking tour. Jika kamu berkunjung ke Belgrade tentunya bisa mencoba beberapa agensi tersebut. Saya mengikuti dua kali free walking tour dari Belgrade Walking Tours.com. Tur pertama yang saya ikuti adalah Free Downtown Walking Tour. Tur ini menyangkupi daerah sekitar city center area, Republic Square, Belgrade fortress dan Bohemian Restaurants Street. Hari selanjutnya saya mengikuti free walking tour dengan tema 20th Century. Di Tur kedua tersebut kami mengunjungi bangunan-bangunan Belgrade yang dibangun di masa setelah abad ke-20, hal ini termasuk dengan pembangunan gereja terbesar dan megah yang pada saat ini pun belum selesai pengerjaannya, yaitu gereja St. Sava. Juga kami mengunjungi beberapa bangunan yang terkena bom oleh NATO pada masa perang dingin. Yang menarik dari bangunan tersebut adalah, bagaimana setelah terkena serangan bom, kontruksi dari bangunan masih berdiri dengan tegak di tengah-tengah pusat kota. Bangunan-bangunan yang tersebar di tengah kota Belgrade ini dibiarkan apa adanya oleh pemerintahan Serbia sebagai pengingat sejarah bagi masyarakat Serbia dan juga dunia.

bangunan-bom-2-1

Bangunan Setelah di Bom

walking-tour-2-1-1

Walking Tour di Belgrade

Ballet Performance – Swan Lake

Jika kamu mengunjungi kota-kota di Eropa pastinya akan banyak menjumpai teater-teater di sana yang menyuguhi pertunjukan-pertunjukan balet. Salah satu tema yang paling diminati dan juga menjadi favorit saya adalah cerita dari Swan Lake yang juga sudah ditayangkan dalam film dan dibintangi Natalie Portman. Nah, di Belgarde pun kamu bisa mengambil kesempatan untuk menikmati pertunjukan balet tersebut, hanya saja memang tidak selalu setiap bulan mereka melakukan pertujukan balet. Jadwal dari pertunjukan balet tersebut bisa dicek di halaman website National Theatre Belgrade. Kebetulan pada saat saya berkunjung ke Belgrade, jadwal Swan Lake Ballet ada, dan saya sempat menyaksikan pertunjukan tersebut.

balet

Swan Lake Ballet

 

Coffee shop

Jika kamu mengunjungi Belgrade, di saat kamu banyak jalan-jalan menyusuri keindahan bangunan kota Belgrade ada saat nya kamu lelah dan beristirahat sejenak kan, nah di Belgrade terdapat banyak coffee shop hampir di setiap sudut blok jalan. Salah satu coffee shop yang hits dan banyak tersedia di mana-mana adalah Dream Coffee, salah satu warabala lokal Coffee Shop Serbia. Tempat ini cukup cozy untuk kamu beristirahat sejenak atau pun jika kamu ada perlu untuk charge handphone setelah seharian sibuk poto-poto dan post update ke instagram. Kopi yang ditawarkan pun mirip dengan kopi-kopi yang tersedia di gerai Starbucks.

Terdapat coffee shop lainnya yang lokasinya tepat di city center yang sempat saya datangi beberapa kali dikarenakan lokasi nya yang tepat berada di city center di antara Republic Square dan Fortress yaitu Café Belgrade.

coffe-shop

Coffee Shop Serbia

serbian-coffe

Coffee Khas Serbia

Oleh-oleh khas Serbia

Oleh-oleh yang paling popular dari Serbia adalah Rakiya, yaitu minuman alkohol fermentasi buah-buahan yang sering diminum sebelum santapan makan untuk meningkatkan cita rasa makanan atau juga untuk mendinginkan tubuh di cuaca dingin Serbia. Tapi, tenang saja untuk teman-teman yang beragama muslim juga ada oleh-oleh khas Serbia tanpa alkohol yang bisa dibawa pulang, yaitu madu dan selai roti khas Serbia. Oleh-oleh Rakiya dan Madu ini banyak tersedia di daerah city center Belgrade yaitu daerah Prince Michael Street yang dekat dengan Republic Square. Harga kisaran dari Rakiya, Madu dan Selai Roti tergantung dari ukuran botol yang diinginkan.

madu-rakiya

Rakiya dan Madu Khas Serbia